KELAS VIII PT8
Identitas:
- Nama Guru : Kurnia Widya Prameswari, S.Pd
- Mata Pelajaran : Seni Budaya
- Kelas : VIII
- Pertemuan : 8 di semester 1
2. Materi : EKSPLORASI GERAK TARI TRADISI BERDASARKAN NILAI DAN JENIS
3. Capaian Pembelajaran
- Peserta didik mampu menyusun gerak tari tradisi sesuai nilai dan jenisnya secara berkelompok.
.
3. Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu mengenali dan mendefinisikan apa itu tari tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
- Mengidentifikasi konsep dasar (misalnya, gerak, iringan, tata rias, tata busana)dan berbagai jenis tari tradisi dari contoh-contoh di berbagai daerah di Indonesia.
- Memahami fungsi dan pentingnya tari tradisi dalam masyarakat.
4. Metode Pembelajaran
- Ceramah , Diskusi, dan Penugasan praktik.
Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. Bagaimana kabarnya hari ini? semoga semuanya dalam keadaan yang sehat ya, Aamiin.
Pada pertemuan pertama kita sudah membahas mengenai kontrak belajar yang harus kita sepakati dalam 1 tahun kedepan. Selain itu ibu sudah memberikan informasi terkait materi apa saja yang akan kita pelajari khususnya pada semester 1 ini. Adapun materi yang pertama yakni pada:
BAB 2 mengenai "EKSPLORASI GERAK TARI TRADISI BERDASARKAN NILAI DAN JENIS"
Pengertian Eksplorasi Gerak Tari
Eksplorasi gerak tari adalah proses mencari, menemukan, dan mencoba berbagai kemungkinan gerak tubuh yang dapat digunakan dalam sebuah tarian. Eksplorasi dilakukan agar gerak tari lebih bervariasi, bermakna, dan sesuai dengan tema atau tujuan tari.
Eksplorasi tidak hanya meniru gerakan yang sudah ada, tetapi juga mengembangkan gerakan baru dari pengalaman, imajinasi, maupun pengamatan terhadap lingkungan sekitar.
Tarian yang akan kita eksplorasi hariini adalah tari piring yang berasal dari sumatera barat.
Tari Piring adalah tarian tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat, yang menampilkan penari menggenggam piring di kedua tangan sambil melakukan gerakan dinamis yang menirukan aktivitas pertanian dan silat, tanpa membiarkan piring terjatuh. Tarian ini berasal dari ritual rasa syukur atas panen melimpah, diiringi musik tradisional Minangkabau seperti talempong dan bansi, dan seringkali melibatkan atraksi memijak pecahan kaca.
Ciri-Ciri dan Gerakan
- Piring yang digenggam di telapak tangan dan diayunkan mengikuti irama musik,.
- Menggambarkan aktivitas petani seperti mencangkul, menyiang, membuang sampah, dan menyemai.
- Gerakan-gerakan tari diambil dari langkah-langkah dalam silat Minangkabau.
- Piring-piring terkadang dilontarkan ke udara, dihempaskan ke tanah, lalu dipijak oleh penari tanpa menyebabkan luka atau piring jatuh,.
- Meliputi gerakan seperti "tupai bagaluik" (tupai bergelut), "bagalombang" (bergelombang), dan "aka malilik" (seperti melilit),.
Asal-Usul dan Makna
- Awalnya, tari ini adalah bagian dari upacara rasa syukur kepada dewa-dewa atas hasil panen yang melimpah.
- Merupakan warisan budaya yang kaya dan melambangkan nilai-nilai keseimbangan, kerja keras, dan rasa syukur masyarakat Minangkabau.
- Selain dalam ritual, tari ini kini juga sering ditampilkan untuk penyambutan tamu terhormat atau pembukaan upacara adat.
Musik Pengiring dan Busana
- Diiringi oleh alat musik tradisional Minangkabau seperti talempong, bansi, saluang, dan gandang.
- Irama musik awalnya lembut dan teratur, lalu berubah menjadi lebih cepat seiring dengan gerakan penari yang semakin lincah.
- Penari mengenakan busana tradisional Minangkabau yang cerah dan terbuat dari kain tenun dengan warna-warna seperti merah dan kuning keemasan, serta dilengkapi tutup kepala.
SEMANGAT SEMUANYA SAMPAI BERTEMU DIPERTEMUAN SELANJUTNYA
WASSALAMUALAIKUM WR.WB

Komentar
Posting Komentar