KELAS IX
1. Identitas:
- Nama Guru : Kurnia Widya Prameswari, S.Pd
- Mata Pelajaran : Seni Budaya
- Kelas : IX
- Pertemuan : 2 di semester 2
2. Materi :
3. Capaian Pembelajaran
- Peserta didik mampu menunjukkan pemahamannya terhadap unsur unsur musik dalam menciptakan lagu. Peserta didik mampu mendeskripsikan dan menyampaikan pesan melalui lagu yang dibuat. Peserta didik mampu menciptakan lagu dengan teknik yang benar.
3. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat membuat kreasi lagu sederhana.
Peserta didik mampu membuat lagu sederhana sesuai dengan pengalaman empiris.
Peserta didik mampu menginternalisasikan unsur musik ke dalam lagu yang dibuat.
- Diskusi, tayangan video, demonstrasi
Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. Bagaimana kabarnya hari ini? semoga semuanya dalam keadaan yang sehat ya, Aamiin. Pada pertemuan hariini kita akan membahas mengenai materi aransemen dan ansambel. Sebelumnya sudah ada yang pernah dengar istilah kata ansambel dan aransemen?
jika belom mari kita simak materi berikut ini
Membuat Melodi Sederhana
Membuat melodi sederhana dapat dilakukan oleh peserta didik dengan mengambil lirik lagu lain, sajak pantun, atau larik puisi yang sudah ada. Lirik tersebut dapat diperoleh dari buku antologi pantun, kumpulan puisi, cover kaset atau CD musik, maupun internet serta cukup dikutip atau diambil beberapa bagian saja. Setelah memperoleh beberapa lirik, peserta didik diarahkan untuk membuat garis paranada sejumlah delapan bar dengan birama 4/4. Peserta didik diminta menuliskan kutipan lirik yang sudah dimiliki untuk diletakkan di bawah garis paranada dengan pemisahan suku kata. Kemudian peserta didik diarahkan untuk membuat delapan bar melodi dengan ritmik sederhana berdasarkan lirik atau pantun yang sudah ditulis sebelumnya. Selain itu, peserta didik dapat menulis melodi lagu berdasarkan melodi yang sudah ada atau berdasarkan akor yang diberikan oleh guru
Aransemen Lirik
Aransemen lirik lagu dapat dilakukan dengan mengubah syair dari lagu yang sudah ada sebelumnya, misal mengubah lirik lagu daerah menjadi lirik yang memiliki nuansa Pancasila. Pengubahan tersebut tidak menyalahi hak cipta karena dipergunakan untuk tujuan non komersial dan dalam ranah pendidikan. Oleh karena itu, aransemen yang sudah dibuat oleh peserta didik tidak boleh diunggah ke dalam YouTube atau media sosial lainnya. Selain aransamen yang dilakukan dengan cara mengganti lirik lagu, peserta didik juga dapat mengkreasi lagu yang sudah ada dengan mengubah penggalan melodinya. Bahkan, peserta didik juga dapat mengubah elemen ritmis dan tanda biramanya. Mengubah penggalan lagu atau lirik dari lagu yang sudah ada dapat dipraktikkan lagu-lagu nasional dan tradisional seperti “Ibu Kita Kartini”, “Maju Tak Gentar”, “Cublak-Cublak Suweng”, “Sajojo”, “Pakarena”, dan sebagainya. Kedua cara tersebut dapat dilakukan oleh peserta didik dalam proses kreatif pembuatan lagu sederhana. Selain cara-cara tersebut, peserta didik juga dapat membuat lagu yang memiliki beberapa bagian struktur seperti intro, verse, bridge, reffrain, ending, dan sebagainya. Sebelum merujuk pada pembagian tersebut, peserta didik hendaknya mengetahui terlebih dahulu bentuk dan struktur pada lagu. Setiap lagu pada dasarnya selalu memiliki bentuk. Terdapat lagu sederhana yang hanya memiliki satu bentuk strukur kalimat lagu. Ada pula lagu yang memiliki dua bagian biner (binary form) dengan simbol AB. Bentuk biner tersebut dapat diperpanjang menjadi bentuk AAB, ABB, dan AABB. Selain itu, juga terdapat bentuk lagu tiga bagian (ternary form) yang diberi simbol ABC. Bentuk lagu tiga bagian tersebut dapat diperpanjang menjadi bentuk AABC, AABCBC, sampai pada struktur yang lebih besar. Pada pembelajaran ini, guru akan memandu peserta didik untuk mempelajari cukup bentuk lagu satu bagian dan dua bagian.
1. Menentukan Tema
Hal pertama dalam membuat lagu adalah menentukan tema lagu. Tema
lagu dapat dijadikan sebagai sumber awal ide atau gagasan dalam
penciptaan lagu. Terdapat berbagai macam tema yang dapat digunakan sebagai
sumber inspirasi seperti keindahan, lingkungan, keluarga, pendidikan,
spiritual, kritik sosial, percintaan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain.
Tema dipilih
bebas oleh peserta didik sesuai dengan inspirasi yang hendak dituangkan melalui lagu. Salah satu proses pembuatan lagu dapat dilakukan dengan menggunakan inspirasi sebuah gambar. Guru dapat menampilkan atau menunjukkan sebuah gambar untuk dijadikan sumber inspirasi pembuatan lagu. Berikut contoh gambar yang dapat digunakan sebagai sumber inspirasi untuk membuat lagu. Apabila peserta didik sudah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul lagu. Judul lagu merupakan turunan dari tema yang telah ditentukan pada awal proses penciptaan lagu. Judul lagu biasanya menggambarkan cerita atau makna besar dalam lagu yang hendak disampaikan. Contoh judul lagu yang dapat dibuat sesuai tema gambar di atas adalah “Alamku Terkenang”. Judul tersebut menceritakan tentang waktu di sore hari yang indah sehingga membuat seseorang yang memandang selalu terkesan dan teringat.
2. Merangkai Kata
Setelah menentukan tema dan menetapkan judul, tugas peserta
didik selanjutnya adalah merangkai kata. Merangkai kata memiliki tantangan
tersendiri karena proses tersebut menuntut adanya hubungan yang tepat antara
kata satu dengan kata yang lainnya agar tidak menghasilkan multi tafsir bagi
pendengarnya. Rangkaian kata yang sesuai akan menghasilkan lirik lagu yang menawan.
Lirik lagu yang menawan dapat membawa pendengarnya untuk merasakan emosi
tertentu sesuai dengan emosi yang hendak disampaikan oleh pencipta
lagu kepada orang lain.Pada tahap merangkai kata, pencipta masih melakukan
proses mengganti, menambah, dan mengurangi sampai menemukan lirik yang
diinginkan dan sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.
Komentar
Posting Komentar