KELAS X.2 DAN X.3 (P4 SM2)
1. Identitas:
- Nama Guru : Kurnia Widya Prameswari, S.Pd
- Mata Pelajaran : Seni Budaya
- Kelas : X.2 dan X.3
- Pertemuan : 4 di Semester 2
2. Materi : Menentukan Tema dan Judul dalam Karya Tari
3. Capaian Pembelajaran
- Peserta didik mampu menginterpretasi, mengaitkan, membandingkan makna dan simbol tari tradisisebagai pengetahuan dasar untuk merancang dan mengomposisikan karya tari tradisi secara individu ataupun kelompok sebagai wujud aktualisasi diri.
3. Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu memilih tema dan judul dalam karya tari
4. Metode Pembelajaran
- ·Diskusi, tayangan video, demonstrasi
Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. Bagaimana kabarnya hari ini? semoga semuanya dalam keadaan yang sehat ya, Aamiin.
Pada semester 2 ini kita akan mempelajari 2 bab yakni terkait :
1. Berkreasi Tari Dari Karya Seni Bentuk Lain
2. Pementasan Tari
1. Rangsang Visual
(Visual Stimulus)
Rangsang visual adalah
proses penciptaan gerak yang muncul karena pengamatan terhadap sesuatu yang
dapat dilihat oleh mata. Mata menangkap bentuk, warna, atau kejadian, lalu otak
menerjemahkannya ke dalam imajinasi gerak.
·
Sumber
Rangsang Visual:
o Alam: Melihat pohon tertiup angin, ombak laut, atau gerakan
hewan (burung terbang, kucing menerkam).
o Karya Seni: Melihat lukisan, patung, atau arsitektur bangunan.
o Objek/Benda: Melihat keris, payung, kain, atau benda-benda di sekitar.
o Kejadian: Melihat orang bergotong-royong, pasar yang ramai, atau
demonstrasi.
·
Cara
Mengolah Rangsang Visual:
o Eksplorasi Garis: Jika melihat lukisan dengan garis tajam,
maka gerak tari yang diciptakan cenderung patah-patah dan kuat.
o Eksplorasi Bentuk: Jika melihat patung yang melengkung,
koreografer menciptakan pose tubuh yang meliuk.
o Eksplorasi Warna: Warna merah bisa memicu gerak agresif,
sedangkan warna biru memicu gerak yang tenang dan mengalir.
2. Rangsang Audio
(Auditory Stimulus)
Rangsang audio adalah
proses penciptaan gerak yang dipicu oleh suara atau bunyi-bunyian. Dalam hal
ini, telinga menjadi indra utama untuk menangkap suasana atau ritme yang
kemudian diwujudkan dalam gerak.
·
Sumber
Rangsang Audio:
o Musik/Instrumen: Bunyi gamelan, denting piano, hentakan
drum, atau musik modern.
o Suara Alam: Suara gemericik air, kicauan burung, suara guntur, atau
desiran angin.
o Suara Manusia: Nyanyian, puisi, teriakan, atau sekadar
desahan napas.
o Bunyi Buatan: Suara mesin pabrik, sirine ambulans,
atau denting jam.
·
Cara
Mengolah Rangsang Audio:
o Irama (Ritme): Gerakan mengikuti ketukan cepat atau
lambat dari musik yang didengar.
o Suasana (Mood): Musik yang sedih akan menghasilkan
gerakan yang lambat dan merunduk, sedangkan musik ceria menghasilkan loncatan
dan gerakan lincah.
o Tekstur Suara: Suara yang melengking tinggi mungkin
diterjemahkan dengan gerakan jinjit atau tangan ke atas, sementara suara bass yang
rendah diterjemahkan dengan gerakan rendah ke lantai (level bawah).
Perbedaan Utama dalam
Proses Kreatif
|
Aspek |
Rangsang Visual |
Rangsang Audio |
|
Indra Utama |
Mata (Penglihatan) |
Telinga
(Pendengaran) |
|
Fokus Utama |
Bentuk, Garis, dan
Wujud |
Irama, Tempo, dan
Suasana Bunyi |
|
Hasil Gerak |
Cenderung pada
keindahan wujud tubuh (pose/pola lantai) |
Cenderung pada
ketepatan waktu dan rasa (dinamika/ekspresi) |
1. Stilasi (Stilir)
Stilasi adalah proses mengubah gerak asli (gerak
sehari-hari atau gerak alam) dengan cara memperhalus, memperindah, atau
menggayakan tanpa menghilangkan karakter asli gerak tersebut.
·
Prinsip: Menambah nilai estetika (keindahan).
·
Contoh:
o Gerakan asli orang yang sedang bercermin dihaluskan
dengan kelentikan jari dan pengaturan tempo yang ritmis sehingga menjadi gerak
tari yang cantik.
o Gerakan memetik teh yang
diperhalus sudut sikunya dan dipertegas iramanya menjadi sebuah tarian.
2. Distorsi
Distorsi adalah proses mengubah gerak asli dengan
cara melakukan perombakan secara ekstrem, baik melalui pengolahan volume,
tenaga, atau ruang, sehingga gerak tersebut tampak berbeda dari aslinya
(seringkali menjadi lebih abstrak atau ekspresif).
·
Prinsip: Penekanan makna, emosi, atau abstraksi
(sering kali gerak ditarik, dipanjangkan, atau dibuat menjadi sangat kecil).
·
Contoh:
o Gerakan orang yang sedang marah.
Jika hanya berteriak itu gerak sehari-hari. Dalam distorsi, kemarahan
diwujudkan dengan gerakan tangan yang ditarik sangat kencang ke arah berlawanan
atau hentakan kaki yang berkali-kali lipat lebih kuat dari aslinya hingga
tampak tidak biasa (deformasi gerak).
o Gerakan jatuh yang
diperlambat (slow motion) atau dibuat berulang-ulang secara mekanis.
Perbedaan Sederhana:
|
Aspek |
Stilasi (Stilir) |
Distorsi |
|
Tujuan |
Memperindah agar
enak dilihat. |
Memberi penekanan
makna/abstraksi. |
|
Sifat Gerak |
Masih mudah dikenali
aslinya. |
Terkadang sudah jauh
berbeda dari aslinya. |
|
Kesan |
Luwes, cantik,
harmonis. |
Kuat, unik,
ekspresif, atau aneh. |
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar