KELAS XII.S2

   1. Identitas:  

  • Nama Guru : Kurnia Widya Prameswari, S.Pd
  • Mata Pelajaran : Seni Budaya
  • Kelas : XII.S2
  • Pertemuan : 6 di semester 2

2. Materi : Mengamati Karya Tari Kreasi

3. Capaian Pembelajaran

  • Peserta didik mampu merancang, menata, mengevaluasi, dan membandingkan berbagai pertunjukan tari tradisi dan kreasi berdasarkan makna, simbol, nilai estetis sebagai pengetahuan dasar untuk mencipta ulang karya tari kreasi secara individu ataupun kelompok dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen produksi.

3. Tujuan Pembelajaran 

  • Peserta didik mampun menciptakan Materi kritik tari berdasarkan kearifan lokal daerah setempat.

4. Metode Pembelajaran

·   Metode Demonstrasi

    Metode Diskusi

                                                                         Assalamualaikum wr.wb

Selamat pagi anak-anak ibu yang sholeh dan sholehah. Bagaimana kabarnya hari ini? semoga semuanya dalam keadaan yang sehat ya, Aamiin. 

Pada pertemuan kemarin kita sudah membentuk sebuah tim produksi untuk membuat sebuah pertunjukan tari tradisi dikelas. untuk membuat sebuah pertunjukan diperlukan proses yang matang, oleh karena itu sampai menunggu waktu pertunjukan ibu akan memberikan materi mengenai evaluasi karya tari tradisi. 

Apakah kalian pernah mengkritik sebuah karya seni baik itu seni tari tradisi dan kreasi baru yang kalian tonton?, Hal apa yang paling sering kalian kritisi?, Apa alasan kalian mengkritik karya seni tersebut?. Kegiatan apresiasi seni tidak terlepas dari mengkritik seni, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kritik seni merupakan sebagai ilmu pengetahuan terdiri atas kumpulan teori sebagai hasil pengkajian yang teliti oleh pakar estetika dan pakar teori seni. Pada dasarnya pengetahuan ini dikembangkan dari kenyataan di lapangan. Teori kritik seni mencakup juga sesuatu yang berhubungan dengan persyaratan, peosedur dan metologi yang diperlukan dalam kegiatan mengapresiasi dan menilai karya seni. untuk pemahaman lebih lanjut mari kita simak materi berikut ini.

KRITIK SEBAGAI EVALUASI TARI


Pengertian kritik seni menurut Dewey (1980) dan Stolnizt (1971), bahwa kritik seharusnya merupakan aktivitas evaluasi, karya seni adalah objek pengamatan estetik, kritik tidak perlu sampai pada penyimpulan nilai, penghakiman karena dengan deskripsi dan pembahasan yang lengkap sudah mencukupi bagi penangkapan makna estetis. Sedangkan menurut Kuspit (1984) merupakan ativitas kritik merupakan seni tersendiri, artinya seorang kritikus adalah individu kreatif yang mengungkap makna seni (Sem C Bangun. 2004: 1) . 

Tujuan kritik seni adalah evaluasi seni, apresiasi seni, dan pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif. Bagi masyarakat kritik seni berfungsi untuk memperluas wawasan seni. Bagi seniman kritik tampil sebagai ‘cambuk’ kreativitas. Suatu ketika kritik seni berperan memperkenalkan karakteristik seni baru. Kebangkitan seni modern, misalnya, sukar dipisahkan dari aktivitas kritik. 

Kegiatan kritik tari ini dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui pertunjukan langsung seperti pementasan atau pergelaran, festival-festival, lomba seni dan pertunjukan tidak langsung melalui media audio visual atau virtual. Melalui kegiatan kritik seni terhadap karya tari inilah akan berimplikasi pada menumbuhkan karakter dari peserta didik berjiwa Bhineka Tunggal Ika, memiliki sikap dapat menghargai karta tari orang lain, percaya diri, dan mampu berfikir analitis dan kritis dalam memberikan penilain terhadap karya tari.

 TUGAS :

https://www.canva.com/design/DAG9mqwO-cM/JWBvGEFfjO2a_HFFcPbTLA/edit?utm_content=DAG9mqwO-cM&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton


SEMANGAT SEMUANYA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISI KISI SOAL STS JENJANG KELAS X

KELAS X.1, X.4 DAN X.5 UNIT 1 P2

KELAS X.2 DAN X.3